Ini 4 Amalan Sunnah di Bulan Syawal. Sudah Tahukah?
Sygma Daya Insani Blogs
Berbagai konten menarik seputar Sygma Daya Insani dan juga konten menarik yang berhubungan dengan keluarga untuk anda semua
Ini 4 Amalan Sunnah di Bulan Syawal. Sudah Tahukah?

Ini 4 Amalan Sunnah di Bulan Syawal. Sudah Tahukah?

Ayah Bunda, bulan Ramadhan telah kita lalui dan sekarang kita telah memasuki Bulan Syawal. Taka sing bagi kita mengetahui sunnah-sunnah di Bulan Ramadhan. Bagaimana sunnah-sunnah di Bulan Syawal? Yuk kita simak.
 
Pertama, Shalat hari raya (id) di lapangan
 
Ummu ‘Athiyah radliallahu ‘anha mengatakan,”Kami diperintahkan untuk mengajak keluar gadis yang baru baligh, gadis-gadis pingitan, dan orang-orang haid untuk menghadiri shalat idul fitri dan idul adha…”(HR. Al Bukhari & Muslim)
 
Kedua, puasa sunah 6 hari
 
Dari Abu Ayyub radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadlan, kemudian diikuti puasa enam hari bulan Syawal maka itulah puasa satu tahun.” (HR. Ahmad & Muslim)
 
Tata cara puasa 6 hari bulan Syawal
 
Ulama berselisih pendapat tentang tata cara yang paling baik dalam melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal:
 
Pendapat pertama, dianjurkan untuk menjalankan puasa syawal secara berturut-turut, sejak awal bulan. Ini adalah pendapat Imam Syafi’i dan Ibnul Mubarok. Pendapat ini didasari sebuah hadis, namun hadisnya lemah.
 
Pendapat kedua, tidak ada beda dalam keutamaan, antara dilakukan secara berturut-turut dengan dilakukan secara terpisah-pisah. Ini adalah pendapat Imam Waki’ dan Imam Ahmad.
 
Pendapat ketiga, tidak boleh melaksanakan puasa persis setelah idul fitri. Karena itu adalah hari makan dan minum. Namun sebaiknya puasanya dilakukan sekitar tengah bulan. Ini adalah pendapat Ma’mar, Abdurrazaq, dan diriwayatkan dari Atha’. (Lathaiful Ma’arif, hlm. 244)
 
Ketiga, i’tikaf
 
Dianjurkan bagi orang yang terbiasa melakukan i’tikaf, kemudian karena satu dan lain hal, dia tidak bisa melaksanakan i’tikaf di bulan Ramadlan maka dianjurkan untuk melaksanakannya di bulan Syawal, sebagai bentuk qadla sunnah.
 
Dari A’isyah, beliau menceritakan i’tikafnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian di pagi harinya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ada banyak kemah para istrinya. Beliau bertanya: Apa-apaan ini? Setelah diberi tahu, beliau bersabda kepada para istrinya: “Apakah kalian menganggap ini baik?” kemudian beliau tidak i’tikaf di bulan itu, dan beliau i’tikaf pada sepuluh hari di bulan Syawal.” (HR. Al Bukhari & Muslim)
 
Abu Thayib abadi mengatakan,”I’tikaf beliau di bulan Syawal sebagai ganti (qadla) untuk i’tikaf bulan Ramadlan yang beliau tinggalkan…”(Aunul Ma’bud-syarah Abu Daud, 7/99)
 
Keempat, membangun rumah tangga (campur antara suami-istri)
 
A’isyah radliallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menikahiku di bulan Syawal, dan beliau tinggal satu rumah (campur) denganku juga di bulan Syawal. Siapakah diantara istri beliau yang lebih beruntung dari pada aku. A’isyah suka jika wanita dinikahi bulan Syawal.” (HR. Ahmad & Muslim)
 
An Nawawi mengatakan, “Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk menikah dan membangun rumah tangga (campur) di bulan Syawal. Para ulama madzhab kami (syafi’iyah) menegaskan anjuran hal ini. Mereka berdalil dengan hadis ini…”(Dikutip dari Tuhfatul Ahwadzi, 4/ 182)
 
Diantara hikmah dianjurkannya menikah di bulan Syawal adalah menyelisihi keyakinan dan kebiasaan masyarakat jahiliyah.
Imam An Nawawi mengatakan, “Tujuan A’isyah menceritakan hal ini adalah dalam rangka membantah anggapan jahiliyah dan keyakinan tahayul orang awam di zamannya. Mereka membenci acara pernikahan di bulan syawal, karena diyakini membawa sial. Ini adalah keyakinan yang salah, tidak memilliki landasan, dan termasuk kebiasaan jahiliyah, dimana mereka beranggapan sial dengan bulan syawal…”(Dikutip dari Tuhfatul Ahwadzi, 4/ 182)
 
 
Sumber: muslimah.or.id








Seputar Islam Lainnya
2 Sebab Utama Kenapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Sangat Istimewa
2 Sebab Utama Kenapa 10 Hari Terakhir Ramadhan Sangat Istimewa

Ayah Bunda, sebentar lagi kita akan memasuki 10 hari bulan Ramadhan. Tidak terasa yah. Bulan Ramadhan merupakan momentum peningkatan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh. Terutama, sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Ini Alasan Logis Kenapa Puasa Tidak Berpengaruh Apa Apa Terhadap Diri
Ini Alasan Logis Kenapa Puasa Tidak Berpengaruh Apa Apa Terhadap Diri

Ayah Bunda bagaimana keadaan puasa hari ke 17 ini? Masih semangat kah? Katanya puasa adalah perisai atau tameng dalam diri, tapi apakah kita berhasil menghindari dosa-dosa keseharian? Jika belum, apa yang salah? Apakah puasanya salah atau diri kita yang masih belum bisa memaknai apa arti puasa sebenarnya? Yuk kita simak redaksinya.
Harus Tau! Ganjaran Orang yang Sengaja Buka Puasa Ramadhan
Harus Tau! Ganjaran Orang yang Sengaja Buka Puasa Ramadhan

Dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang berbuka (tidak berpuasa) sehari di bulan Ramadlan tanpa mendapatkan rukhshoh (keringanan) dan juga tanpa adanya sakit, maka seluruh puasa yang dilakukannya selama setahun tidak dapat menimpalinya (membayarnya).” (HR.at-Turmudziy)
Haji Bersama Rasulullah SAW, Bagaimana Caranya?
Haji Bersama Rasulullah SAW, Bagaimana Caranya?

Ayah Bunda banyak orang yang mengejar untuk umrah di Bulan Ramadhan karena keutamaan yang luar biasa. Sebagaimana amalan ada yang memiliki keistimewaan jika dilakukan pada waktu tertentu, demikian pula umrah. Umrah di bulan Ramadhan terasa sangat istimewa dari umrah di bulan lainnya yaitu senilai dengan haji bahkan seperti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Produk Pilihan
Al-Quran Cordova A6 HC
Rp 39.500
Rp 25

Rekomendasi Blog
Bahaya Memakan Harta Haram
Kamis, 22 September 2016 04:08 WIB

Ayah Bunda, harta serta makanan yang berasal dari harta haram akan berdampak pada anak-anak serta keluarga besar kita. Untuk itu baiknya kita menjaga kehalalan harta dan makanan kita. Ini adalah dahsyatnya bahaya memakan harta haram.